Sabtu, 26 Desember 2015

Syahdunya Nongkrong Di Kedai Ketan Susu

Selamat datang di Kedai Ketan Susu Cilandak Tengah, Jaksel. (dok. pribadi)


Sahabat Indonesia, adakah yang pernah merasakan nongkrong syahdu? Apakah sejenis jamuan makan malam kejutan untuk istri tercinta di saat ultahnya? Atau memesan makanan dengan menu khusus dan meja khusus. Dimana di atas meja dipasang lilin warna-warni dengan minuman es doger di atasnya. Aiss...hihihihi....


Suasana cozy cocok untuk kongkow sendirian atau rame-rame. (dok. pribadi)

Nah, kali ini cerita nongkrong syahdu beda dengan yang di atas itu lho. Sasaran kita kali ini adalah Kedai Ketan Susu di daerah Cilandak Tengah, Jakarta Selatan. Sebuah resto yang posisinya sangat strategis. Berada di titik kulminasi kemacetan poros Raya Cilandak. Apalagi jika sahabat melewati daerah ini sekitar jam 16.00 sd. jam 19.00. Dijamin hati yang gundah gulana bisa menjadi riang gembira. Berpuas diri dan bernyanyi di tengah kemacetan yang tak berujung dan tak berpangkal. 

Kegembiraan di tengah kemacetan. Mengapa tidak?

Kura-kura pun siap menyambut para tamu yg sambangi musala. (dok. pribadi)


Jawabnya tentu ada di sini, di Kedai Ketan Susu. Berbagai ragam menu khas 'ndeso' akan disajikan dengan tampilan dan cita rasa yang tidak 'ndesani'. Merasakan sensasi tempat asri yang uhuy dan cihuy untuk berkongkow ria. Bayangkan, makanan dan minuman yang ada di sini dijamin harganya tak akan sampai merobek kantong. Gak percaya?

Ketan susu dengan topping alpukat yg nyess... (dok. pribadi)

Dibanderol dari harga 15 ribu rupiah, baik untuk minum atau makannya tentu bukan harga yang mahal bukan? Ketan susu yang rasanya sungguh hip-hip hura-hura dibanderol hanya dengan 15 ribu. Itupun bisa ditambahkan variasi tambahan topping (srikaya, jagung, dan duren yang menyesuaikan musimnya). Khusus untuk duren atau durian ini ada yang istimewa lho. Durian khas hasil kebun sang owner Kedai Ketan Susu, mas Iman Harahap

Aneka varian ketan susu. (dok. pribadi)

Apa yang istimewa dengan duren (maaf, bukan duda keren ya) produk kebun beliau? Duren tersebut rasa legitnya cukup nendang. Ini kata sahabat yang makan di samping saya lho. Maklumlah, saya bukan pemakan duren. Tapi saya cukup familiar dengan duren punya mas Iman. Bau duren yang biasanya membuat saya kliyengan, ternyata tidak berlaku untuk duren yang disantap di sini. Bau durennya nyaris tanpa bau. Alias bau durennya tidak begitu menyengat seperti kebanyakan duren umumnya. 

Di sisi kanan, aneka buah segar yg siap diangkut ke rumah. (dok. pribadi)


Hal tersebut menjadi nilai lebih dari produk olahan kedai ini. Sahabat juga bisa langsung borong durennya jika mau dan ada doku. Hihihihi... Sueer ini beneran kok. Buah-buahan segar termasuk duren sudah disiapkan untuk bisa dibeli langsung beserta gagang-gagangnya. Eh, yang gagang itu untuk buah rambutan. Bukan untuk duren ya.

Nasi burih resep dr ibu sang owner. (dok. pribadi)

Nasi Sambal Daging Balado nan gurih melepuh. (dok. pribadi)

Nasi Goreng Spesial salah satu menu wajib sentuh. (dok. pribadi)

Sementara untuk menu makanan, asli di sini saya bingung. Saat mencicipi Nasi Burih dan Nasi Sambal Daging Balado, ternyata saya lebih tergoda dengan Nasi Ayam Goreng Madu. Meskipun saya juga tahu, bahwa Nasi Goreng Spesialnya juga memanggil-manggil saya dari atas piring tatakannya. Duh, seandainya perut saya membolehkan, pasti akan saya ucapkan selamat datang untuk semuanya. Ohw...ohw...ohw...kemaruk  modus on. Qiqiqiqiqi....

Nasi Ayam Goreng Madu siap saji. (dok. pribadi)


Tapi dengan tekad nan bulat, saya putuskan mencukupkan diri dengan Nasi Ayam Goreng Madu. Langsung saya hujamkan sendok ke arah 'kimpulan' daging yang aduhai. Cresss...! Daging ayam terpotong dengan mulusnya. Sama sekali tak ada perlawanan yang berarti. Ini yang saya suka. Tingkat kematangan yang cukup mumpuni. Kemudian saya teruskan dengan mengunyah dan menggilas di dalam rongga mulut.

Irisan daging ayamnya yg lembut menyambut lidah. (dok. pribadi)

Meski beberapa gigi geraham saya telah tanggal, tak ada kesulitan untuk menggilas daging ayam goreng madu. Gurih dan legit efek lumuran madu cukup terasa. Apalagi nasi punel yang disuguhkan cukup proporsional bagi saya. Tinggal menambahkan sambal, maka kombinasi legit, gurih, serta pedas semakin terasa sensasional. Eureka...! Tak perlu waktu lama untuk melahapnya. Apalagi sore itu hujan sempat turun lumayan deras, meski tak lama.

Kopi Spesial yg tak akan ku lupa. (dok. pribadi)

Suasana makan pun bertambah enjoy saat ditingkah racikan Kopi Spesial. Rasa lembutnya dapat. Rasa pahit khasnya pun mengendap. Cukuplah dengan tiga gelas membuat diri mabuk kepayang. 

"Hoooyyy...Mo ngopi ato mo mabok kopi, Tuan?" Terdengar sayup-sayup suara si Otong di dalam perut.

"Ah, sudahlah. Kali ini, biarkan tuanmu ini bersuka cita dengan Kopi Spesial kedai ini. Sebelum besok pulang ke Jawa," demikian jawabku pelan. Tak usahlah ke Brazil atau Mexico untuk nikmati kopi pilihan. Cukupkan di sini sisbro! Dan jangan bilang kalau saya katrok. Wong kenyataannya saya memang katrok. Hahahaha....

Saya pikir, cukuplah cerita saya ngupi cantik, maem enak dan nongkrong syahdu di Kedai Ketan Susu Cilandak Tengah, Jakarta Selatan. Malam sudah mulai merambat pekat. Suasana liris hujan sesorean dan sorot lampu yang aduhai nan romantis bisa bikin saya ngantuk. Apalagi saat melihat kura-kura yang menari-nari di depan mushola. Saat menyambut diri saya tunaikan salat Isya.

Eh iya ding, maklumlah kantuk menyergap. Sebelum nongkrong syahdu tadi, saya sempatkan untuk potong rambut dulu lho. Nama barbernya adalah Tjuk Li. Lokasinya masih sekomplek dengan kedai. Bisa jadi asyik, sambil nunggu masakan siap, rambut gondrong pun jadi rapi.


2 komentar

Istriku lagi doyan nih menu tansu... endes banget mas. saya dua kali diajak hunting tansu di jogja... nemu satu di dekat ugm...

Yg Pos Ketan Mundusaren (utara Amplaz) sudah coba, Mas?

Karena semua orang bebas berpendapat, maka mohon komentar yang positif dan membangun. Jangan nyepam, plis. Kasihan yang mau komentar beneran. Matur nuwun atas pengertiannya ya.
EmoticonEmoticon