Sabtu, 09 Januari 2016

Kedai Ningrat, Kedai Asyik Arek Suroboyo

Tempat gaul anak muda.

Sahabat Indonesia, hari belum terlalu gelap kemarin (8/1). Namun hujan rupanya tak menunggu hari gelap. Hujan bagian pertama di Surabaya yang menghujam tubuh saya. Dari arah Perak, motor baru hasil ngeblog tahun pertama mulai saya geber. Menyibak hujan yang mulai tak ada bekas memasuki area Jl. Basuki Rahmad.


Tujuan saya ke arah Jl. Soekarno Hatta, MERR II. Sekalian nyampe Surabaya, penasaran ingin mencicipi warung baru yang direkomendasikan teman. Ada menu pedas-pedas yang menjadi favorit saya. Makanya, perut pun sengaja saya kosongkon sejak siang. Setelah selesai salat Jumat, makan siang saya lewati.

Ups, krunya juga tak kalah gaul lho.


Alhamdulillah, meluncur ke arah tenggara cuaca cukup bersahabat. Pas jam 16.35 nyampai juga saya di sebuah warung pinggir raya MERR II. Kedai Ningrat, demikian nama yang disematkan oleh pemiliknya. Tempatnya sangat cozy. Kesan itu yang terbersit di pikiran saya saat pertama kali memandang tampilan kedai ini. Meski tempatnya tak terlalu luas, namun penataannya cukup apik.

Otak saya pun jadi ngglidik. Kedai Ningrat. Kedai ning pinggir ratan (kedai di pinggir jalan. Jw.), mungkin itulah kepanjangan dari kedai yang diberi nama cukup unik. Hehehe....untuk masalah nama, kayaknya akan saya bahas di tempat yang lain saja deh. Yang jelas, namanya cukup unik dan cukup mudah diingat.

Nah, ini Cak Lukman manajernya.


Sore itu rupanya cukup jodoh untuk saya. Sempat ngobrol cantik (jieeeh...niru syahroni ya?) dengan salah seorang pengelolanya, mas Lukman. Lelaki muda berdarah Madura yang beristrikan ning Fiddin Nur cukup asyik diajak curcol. Maklumlah, namanya juga food blogger, kalau bisa spik-spik dengan manajernya kan bisa lebih asyik. Hihihihi...

Rupanya kedai ini baru dibuka pertengahan November tahun 2015 kemarin. Meski saya kurang percaya sebenarnya. Sebab saya lihat rombongan hahahihi kawula muda di depan saya kayaknya sudah cukup akrab dengan tempat ini. Tapi inilah mungkin kelebihan dari kru Kedai Ningrat. Semuanya tampil trendi, apa adanya, dan tak terkesan mboseni.

Lebih jauh lagi, setelah saya buka daftar menunya cukup wow juga sih. Harga yang cukup familiar dengan kalangan muda, utamanya mahasiswa. Maklumlah, letak kedai di daerah Pandugo (Raya MERR 2C), cuma selemparan batu dari masjid besar At-Tanwir. Cuma 100 meteran ke arah selatan. Kebetulan letaknya juga mepet dengan sebuah resto besar.

Oleh joss rosone. Tapi delok'en regone, Rek! 

Minuman dibanderol dari harga 3,5 ribu. Untuk makanan dibanderol mulai 7,5 ribu. Sebuah tawaran harga yang 'tidak menyengsarakan kantong' bukan? Karena saya tak begitu familiar dengan berbagai jenis risoles, roti, atau varian londo lainnya, saya pilih menu bidikan saya. Cekker Dajjal, demikian nama menu yang cukup mengerikan. Tersedia 3 pilihan rasa pedas yang memang cukup ndajjal lho. Pastikan lidah dan mulut Anda kuat untuk menerima siksaan rasa pedas jika memilih menu ini. Saya memesan level ke-3 yang disebut 'Sarap'.

Nah ini yang saya rindukan, Ceker Dajjal.


Tak perlu waktu yang lama, keluarlah menu yang saya idamkan tersebut. Kalau tak salah hitung, ada sekitar 10 potong ceker menghiasi piring di hadapan saya. Baluran sambal yang merona, langsung membuat lidah saya tak tahan untuk mengulumnya. Cress...cresss...sruuupp... Tanpa ampun, satu persatu jari jemari dan tulang penyanggahnya saya libas.

Sajian lengkap Ceker Dajjal Level-2.


Diselingi dengan lipatan nasi untuk mengendapkan rasa pedas yang mulai menjalar di lidah. Untuk nasi, bila tidak terlalu pera mungkin lebih asoy lagi. Asli, untuk menu ini cukup menantang bagi Anda pecinta masakan pedas. Bumbunya cukup terasa sampai ke lipitan rongga tulang yang saya kremus tanpa ampun. Kayaknya level 3 ini kurang menantang deh untuk saya. Maklumlah, saya terbiasa untuk rasakan level tertinggi untuk setiap masakan pedas.

"Gimana, Mas?" Tanya Mas Lukman setelah saya sisihkan piring yang sudah kosong.
"Masih belum 'menggigit'. Coba ini tadi level berapa sih, Mas?" Tanya saya pada Mas Lukman.
"Lho, tadi Mas Nuz pesannya level berapa?"
"Tiga," jawab saya singkat.
"Oh, gitu ya? Coba saya tanya ke teman saya dulu."

Ndelok prejengane ae wis nggarai senep, Rek.


Tak lama kemudian Mas Lukman pun bilang, "Tadi Mas Nuz pesan level 2 ya?"
"Lho, iya apa? Mungkin karena tulisan saya jelek. Jadi terbacanya level 2. Hahahaha..."

Tapi untuk level 2 yang ternyata namanya 'Setres' ini pun sudah lumayan nampol. Makanya, untuk yang masih coba-coba, sebaiknya Anda coba level 1 yang dinamai 'Gendeng' saja deh. Daripada nanti Anda mabuk kepayang. Jadi Anda tak perlu 'sarap' dulu sebelum menikmati yang bisa bikin 'setres' ini. Hahahaha....

Menu ini wajib dicoba untuk pertemuan sesi berikutnya. Kqkqkq....

Over all, Anda patut coba semua menu yang ada di sini. Sebab ternyata masih ada menu yang cukup asyik juga di belakang saya. Kalau ada rezeki, pastilah menu yang terpampang di salah satu gerai di Kedai Ningrat ini akan saya cicipi. Menu 'Ayam Barbar; itu rupanya cukup menantang juga. Tunggu saja saya di edisi berikutnya ya. 


P r o m o

  • Oh ya, untuk Cekker Dajjal ada promo sampai Minggu (10/1) besok lho. Dapatkan diskon 10% untuk pemesanan Cekker Dajjal. Lumayan kan?


Waktu Buka

  • Kedai Ningrat buka mulai hari Senin sampai dengan Minggu. Libur akan diberikan pemberitahuan.
  • Jam bukanya, antara jam 15.00 - 00.00 Wib.
  • Untuk sementara belum menerima delivery order.

4 komentar

Karena semua orang bebas berpendapat, maka mohon komentar yang positif dan membangun. Jangan nyepam, plis. Kasihan yang mau komentar beneran. Matur nuwun atas pengertiannya ya.
EmoticonEmoticon