Senin, 01 Februari 2016

Kolam Renang Tiban Bukit Kapur Bungah

Melompat, berenang, dan menyelam menjadi begitu menyenangkan.


Wisata murah dan mengesankan. Saya tidak akan menulis wisata gratis. Sebab saya yakin, meski masuk ke areal wisata tersebut gratis, bukan berarti pengunjung tak akan mengeluarkan duit. Dari tempat asal menuju destinasi wisata jika menggunakan kendaraan bermotor, pasti butuh bahan bakar bukan?




Kedalaman yg variatif hingga 2,3 meter.

Nah, destinasi wisata kali ini adalah 'kolam renang tiban' Dusun Kaliwot Desa/Kec. Bungah Gresik. Bila Anda mengenal 'Bukit Jamur", maka kolam renang tersebut cuma selemparan batu dari Bukit Jamur. Kolam renang ini cukup unik, sebab warga Desa Bungah sendiri saja mungkin tidak tahu jika ada sebuah kolam renang alami di desanya.

'Sungai kecil' yg menembus kolam di bukit sebelahnya.

Eksotisme alami yang tercipta dari bekas bukit galian kapur yang puluhan tahun sudah ditinggalkan. Sebagaimana Bukit Jamur, kondisi yang tidak sengaja diciptakan justru membuat kondisi begitu menarik. Maka tak heran, beberapa orang rela berburu tempat tersembunyi tersebut berasal dari luar kota. Utamanya mereka yang menyukai destinasi wisata alami.

Latar belakang bukit kapur yg mempesona.

Bahkan beberapa orang telah memanfaatkan area tersebut untuk melakukan foto pre-wedding. Tak mengherankan bagi saya. Sebab di sekitar kolam yang ukurannya besar, terdapat juga kolam-kolam kecil yang menembus bagian satu dengan yang lain. Konon, menurut seorang warga, terdapat sebuah sumber abadi yang terdapat di kolam tersebut. Sehingga di musim kemarau panjang pun, air kolam tetap ada. Meski jumlah volumenya tak sebesar saat musim hujan.

Air yg bening namun sayang masih saja ada sampah.

Kolam renang tiban atau dadakan tersebut menjadi tempat favorit anak-anak maupun orang dewasa untuk menyegarkan diri. Tak perlu keluarkan biaya masuk kolam, atau membayar ongkos parkir motor. Jika Anda membawa motor, maka cukup izin ke Bu Lis Guru untuk parkir di halaman rumahnya. Selanjutnya dengan berjalan kaki menuruni jalan setapak menuju tempat tersebut.

Tak ingin mencoba?

________________________
Catatan: tulisan 100% orisinal menggunakan cek plagiarism.
.

Karena semua orang bebas berpendapat, maka mohon komentar yang positif dan membangun. Jangan nyepam, plis. Kasihan yang mau komentar beneran. Matur nuwun atas pengertiannya ya.
EmoticonEmoticon