Jumat, 05 Februari 2016

Dukunanyar Desaku, Dukun Kecamatanku

Sebelum panas menyengat, nikmati dulu pagi yg sejuk.

Pagi menyapa. Seperti biasanya, setelah salat jamaah Subuh di masjid jami', jalan-jalan menjadi agenda pertama. Selain sehat, sekaligus untuk mentadabburi ciptaan Sang Empunya Semesta. Sebab setiap pagi, pastilah punya cerita yang berbeda. Sebagaimana pagi ini.



Keindahan ada di dekat rumah.

Musim hujan identik dengan awan atau mendung. Pagi ini pun demikian. Mendung tampak menyelimuti arah matahari terbit. Setelah sejenak memandang ke arah tambak bandeng, lalu kepala saya pun menoleh ke arah timur. SubhanAllah. Pemandangan luar biasa dari arah matahari terbit.

Twin tower beneran.

Pendar sinar matahari yang menyeruak diantara gumpalan mendung tampak luar biasa. Semburat aneka warna seolah menjadi lukisan alam tiada ternilai. Terima kasih Ya Allah. Kau berikan pagi sendu dengan senyum matahariMu. Lewat seruang tanah perdikan yang bernama Dukunanyar.

Ini desaku, mana desamu?

Orang mungkin bertanya. Desa Dukunanyar (dukun baru, Ind.), yang bener? Hahaha....bener lah kawan. Desa yang pernah melahirkan seorang Bupati Gresik (periode 2000-2010), KH. Robbah Maksum, ini cukuplah terkenal seantero negeri. Selain sebuah pondok pesantren besar dengan puluhan atau bahkan ratusan ribu alumni. Penduduknya pun telah tersebar di saentero penjuru negeri, bahkan dunia.

Maaf, itu bukan nama orang yg berdiri di situ.

Posisi strategis karena berbatasan dengan wilayah Kab. Lamongan (Desa/Kecamatan Karangbinangun) membuat denyut perekonomian di desa ini pun begitu bergairah. Sehingga menjadi desa yang paling ramai diantara belasan desa di Kecamatan Dukun. Dukun?
Jangan sensi dulu ah. Memang benar, namanya kecamatannya adalah Dukun. Nama yang unik seperti nama desa yang ada di wilayahnya, Dukunanyar.

Tapi jangan berpikir bahwa bila Anda ke sini akan banyak menjumpai dukun lho. Sebab saya sendiri, mencari dukun pijat saja sulitnya minta ampun. Jika ada, itu pun harus pergi ke desa sebelah yang sudah masuk wilayah Kecamatan Sidayu. Gak percaya? Boleh kok dibuktikan sendiri.

_______________________________
Catatan: tulisan 99% orisinal menggunakan cek plagiarism.
.

Karena semua orang bebas berpendapat, maka mohon komentar yang positif dan membangun. Jangan nyepam, plis. Kasihan yang mau komentar beneran. Matur nuwun atas pengertiannya ya.
EmoticonEmoticon