Kamis, 31 Maret 2016

Nusantara Sehat, Bersuka Hati Berbakti Untuk Pertiwi



Sebuah wawancara yang dilakukan oleh salah seorang staf Kemenkes RI, Anjari Umarjiyanto dengan salah seorang salah seorang relawan Tim Nusantara Sehat. Menyimak dari awal hingga akhir wawancara yang berdurasi sekitar 23 menit tak terasa bulir-bulir bening basahi pipi ini. Bangga dan haru. Kebanggan sebagai anak bangsa yang mampu memberikan sumbangsih nyata bagi negeri tercenti. Keharuan akan kerelaan seorang perempuan yang dua (2) tahun meninggalkan kemewahan perkotaan.


Kemudiaan perlahan ingatan kembali ke tahun 1995. Saat saya mengikuti program KKN luar Jawa yang digagas oleh salah satu PTN di Yogyakarta. Sebuah kecamatan di 'pedalaman' Kalimantan Tengah. Untuk mencapai ibu kota kabupaten saja, rombongan kami harus berjibaku selama 4 hari perjalanan dari Palangkaraya. Bahkan, 2 dari 15 orang rombongan gelombang I (ada 2 gelombang) terpaksa opname dulu karena terkena malaria. Penyakit yang tak pernah kami bayangkan akan menyerang kami. Sebab kami pikir, di Jawa saat itu sudah amat jarang orang menderita sakit malaria.

Meski 20 tahun berselang, membayangkan menjadi salah seorang anggota Tim Nusantara Sehat tentu bukan hal yang mudah. Sebab akses antar titik satu layanan kesehatan dengan layanan kesehatan masih tetap jadi kendala. Apalagi jika layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. Sebagaimana lokasi KKN kami saat itu. Kami tidak menyebutnya berapa kilo jaraknya. Tapi berapa jam atau hari yang harus kami tempuh.

Inilah kenyataan yang harus diberikan solusi. Kesehatan adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa yang lebih cerah. Semua warga negara berhak memperoleh derajat kesehatan yang sama. Maka melalui Tim Nusantara Sehat inilah, pemerintah beriktiar menjembatani kesenjangan layanan kesehatan pada masyarakat pedalaman atau terpencil. Memanggil tenaga-tenaga muda untuk menginvestasikan ilmunya untuk kejayaan bangsa.

Menjadi bagian Tim Nusantara Sehat bagi saya adalah satu kebanggan tersendiri. 'Menyisihkan' ratusan ribu peminat yang tak mau kalah untuk mengabdikan ilmunya bagi masyarakat pedalaman/terpencil. Meski cerita duka dan gugurnya para relawan di medan pengabdian, justru semakin membakar semangat saya untuk bergabung bersama tim luar biasa ini. Ini bukanlah 'My Trip My Adventure', tapi 'My Trip My Dedication'.

Pengalaman Putri Indah Nirmala bersama 7 orang anggota Tim Nusantara Sehat di Puskesmas Long Pahangai, Kab. Mahakam Hulu Kaltim akan saya jadikan sebagai motivasi. Seberat apapun tugas di lapangan jika dilakukan dengan team work pastilah akan terasa lebih ringan. Berharap bisa saling bahu-membahu dengan anggota tim yang lain dalam pembagian tugas. Menjalin hubungan sosial yang baik dengan aparatur pemerintahan, tokoh masyarakat/adat, serta masyarakat akan menjadi salah satu kunci agar dapat tunaikan tugas dengan baik.

Tak ada yang paling sempurna. Tak ada yang paling berkuasa. Akan saya singkirkan ego pribadi demi terjalinnya kerjasama yang nyaman. Sebab kami memang saling membutuhkan. Mencoba untuk tetap optimis di kala kondisi sulit. Menumbuhkan sikap suka hati di setiap perjalanan. Sebab saya sadar dua tahun bukanlah masa yang pendek untuk  menumbuhkan semangat bakti pertiwi. Indonesia yang membutuhkan uluran tenaga para pemudanya untuk mewujudkan Indonesia Sehat 2025.

__________________________
Catatan: Tulisan ini 98% orisinal menggunakan plagiarism checker.

4 komentar

Aduh, kemana saja saya ya kok baru tahu Kemenkes punya program keren seperti ini. Semasa kecil saya pernah mengalami betapa susahnya mendapat akses ke layanan kesehatan di daerah transmigrasi. Beruntung sekarang sudah lebih baik.

Btw, salam kenal ya...

Kesehatan sangat penting ya, dengan masyarakat yang sehat masa depan bangsa akan lebih baik.
Semangat ;)

Sejak tahun 2015 program ini digulirkan, Mas.
Ke depannya, semoga akses layanan kesehatan bisa lebiih baik.

Salam kenal juga. Semoga saling bisa berikan manfaat.

Benar, Teh.
Harus tetap semangat untuk Indonesia yang lebih baik.

Karena semua orang bebas berpendapat, maka mohon komentar yang positif dan membangun. Jangan nyepam, plis. Kasihan yang mau komentar beneran. Matur nuwun atas pengertiannya ya.
EmoticonEmoticon