Senin, 11 April 2016

Omah Majapahitan, Rumah Khas Kerajaan Majapahit di Mojokerto

Rumah Majapahitan yang dibangun berjejer nampak indah.


Mojokerto. Siapa sih yang belum pernah dengar kata tersebut? Jika belum, maka mungkin tidak memperoleh pelajaran Sejarah Indonesia pas sekolah dulu. Hehehe...

Situs peninggalan purbakala Kerajaan Majapahit. Tentu saja nama kerajaan tersebut tak bisa dilepaskan dari keberadaan Trowulan. Salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten Mojokerto. Sebab di Trowulan inilah bukti-bukti sejarah menyatakan bahwa ibu kota pemerintahan Kerajaan Majapahit berada.

Puluhan candi, makam keluarga raja, pintu gerbang ibu kota, kolam pemandian kerajaan, hingga bekas pendopo utama kerajaan berada di sekitar Trowulan. Tak pelak, begitu pentingnya kedudukan Trowulan di dalam sejarah perkembangan nusantara menjadikan salah satu objek wisata andalan di Kab. Mojokerto.

Gerbang menuju Desa Bejijong Trowulan Mojokerto.

Patut disayangkan, bahwa potensi wisata yang ada belum dikelola secara optimal. Padahal sebagian besar situs yang ada berada di dekat jalan raya poros Surabaya-Solo. Untuk itu, segala upaya untuk menarik wisatawan dilakukan oleh berbagai pihak. Pemprov. Jawa Timur dan Pemkab. Mojokerto bersama dengan Balai Peninggalan Cagar Budaya (BPCB) Mojokerto. Salah satu upaya tersebut adalah dengan mempercantik Desa Bejijong Kecamatan Trowulan dengan membangun ratusan Rumah Majapahitan.

Omah Majapahitan berjejer di kiri dan kanan jalan menuju Balai Desa Bejijong.

Tepat di awal tahun 2016, sekitar 200 rumah Omah Majapahit (rumah khas zaman Kerajaan Majapahit) kelar dibangun.  Untuk tahap pertama, baru direalisasikan di Desa Bejijong. Menurut rencana akan kembali dibangun ratusan rumah sejenis di desa-desa di sekitar Trowulan. Rumah khas yang diusulkan desainnya oleh BPCB Trowulan ini bersumber dari 3 (tiga) sumber utama yaitu: Kitab Negarakartagama, artefak kuno, dan berbagai relief  beberapa candi (Candi Minak Jinggo, Candi Jawi, dan candi Penataran).

Omah Majapahitan ini bisa digunakan menginap para wisatawan.

Ukuran rumah yg nampak lebih besar.

Sebagaimana rencana awal, desain Omah Majapahitan ini dibangun di atas lahan dengan ukuran 4 x 3,5 m. Mengingat lahan yang disediakan oleh penduduk memiliki luas yang berbeda-beda, maka ukuran akhirnya menyesuaikan sesuai dengan kondisi yang ada. Bisa dilihat bahwa ukuran satu rumah dan rumah lainnya tak mesti sama. Namun dapat dipastikan bahwa semua rumah memiliki model yang sama.

Unsur artistik dan kokoh nampak terlihat dr Omah Majapahitan.

Omah Majapahitan ini menggunakan bahan yang terstandar. Baik dari batu untuk pondasi, kayu penopang (kuda-kuda), reng, batu bata, hingga daun jendela dan daun pintu. Rumah yang dibangun dengan dana penuh dari pemerintah ini tidak boleh dibongkar atau dimodifikasi oleh pemilik tanah. Salah seorang perangkat desa yang penulis temui temui menyatakan bahwa sudah ada kesepakatan dengan pemilik lahan tentang hal tersebut.

2 bangunan rumah yang dibuat berdempet.

Jika terdapat kerusakan atau hal lain yang sekiranya akan merusak kondisi rumah, maka pemilik tanah harus melaporkan kepada petugas yang telah ditunjuk. Hal ini untuk menghindari keruskan dari Omah Majapahitan tersebut. Kebetulan sebagian besar tukang batu dan kayu sebagian berasal dari Trowulan. Sehingga untuk perbaikan jika terjadi kerusakan tidak akan membutuhkan waktu yang lama.

Karena lahan yg sempit, modifikasi pun dilakukan.

Ke depannya diharapkan dengan dibangunnya rumah-rumah antik ini akan semakin menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Jika menginginkan menginap dan merasakan suasana khas tempo dulu a la Kerajaan Majapahit, maka pengunjungpun bisa menginap di Omah Majapahitan. Bahkan makanan khas desa juga akan disediakan oleh tuan rumah. Tentu saja dengan tarif yang disepakati oleh kedua belah pihak. Sebab sampai saat ini belum ada ketentuan tarif baku menginap di Omah Majapahitan.

Masih tidak tertarik untuk berkunjung ke Trowulan?



2 komentar

huwik, nginep di omah mojopahitan iku menghubungi siapa cak? n mbayar piro?

bisa langsung kontak saya, Cak.

mo berapa malam n berapa orang jumlah rombongan.
gratis, tapi jika mau kasih, ya gakpopo. tapi kalo mau makan ikut tuan rumah, baru bayar.

Karena semua orang bebas berpendapat, maka mohon komentar yang positif dan membangun. Jangan nyepam, plis. Kasihan yang mau komentar beneran. Matur nuwun atas pengertiannya ya.
EmoticonEmoticon