Kamis, 02 Juni 2016

Semen Indonesia, Semangat Membangun Negeri

Kota Mojokerto siap digrudug 120 orang tukang bangunan. (dok. pribadi)

Selasa pagi yang sejuk di Mojokerto (1/6) kemarin. Suasana kota kecil yang tenang ini nampak berbeda saat melintas di Jl. Panglima Sudirman. Nampak umbul-umbul mencolok warna merah dan putih berjejer di depan Hotel Slamet. Sementara di depan gerbang nongkrong cantik mobil kuning biru milik Dinas PU, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur.


Suasana yg cukup riuh saat registrasi. (dok. pribadi)

Ternyata sudah kumpul 100-an tukang bangunan yang akan ikutan sebuah acara. "Pembekalan Dan Fasilitasi Uji Kompetensi Tukang Bangunan Umum Menggunakan Mobile Training (MTU)", demikian nama kegiatan tersebut. Pelatihan yang difasilitasi oleh Dinas PU Jawa Timur dan didukung penuh oleh PT. Semen Indonesia (Semen Gresik)ini, total akan diikuti oleh 120 orang tukang bangunan. Ini adalah tahun ke-2 PT. SI bekerjasama dengan Dinas PU Jawa Timur memberikan fasilitasi pembekalan dan uji kompetensi (sertifikasi) kepada tukang bangunan.


Bakti Semen Indonesia untuk Negeri

Setelah 2 jam menunggu, akhirnya seremonial pembukaan pelatihan dimulai. Lagu Indonesia Raya menjadi pembuka acara. Dilanjutkan dengan laporan dari Ketua Panitia Pelaksana. Berikutnya adalah sambutan pengantar dari Wachid Fahryandanu (Danu) selaku Manajer Komunikasi Pemasaran PT. Semen Gresik. Sambutan yang singkat dan padat namun penuh motivasi bagi seluruh peserta.

Danu (Markom PT. Semen Gresik) menyampaikan sambutan. (dok. pribadi)

Dijelaskan bahwa sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada negara dan masyarakat Indonesia, PT. Semen Gresik yang merupakan satu dari tiga unit di bawah Grup Semen Indonesia (BUMN) untuk selalu berkontribusi bagi negeri. Satu hal yang rasanya musykil dilakukan oleh perusahaan semen lain yang non-BUMN. Dengan 100% sumber daya manusia asli Indonesia, perusahaan ini akan memberikan nilai lebih kepada masyarakat dengan berbagai  program CSR yang langsung dirasakan oleh stakeholder, yang diantaranya adalah para tukang bangunan.

Oleh karena itu, sejak tahun 2007 secara rutin dan berkesinambungan, PT. Semen Gresik telah mendidik hampir 11.500 tukang bangunan. Sebuah jumlah yang fenomenal dan hanya dilakukan oleh grup Semen Indonesia. Sementara kali ini tahun ke-dua digandeng oleh Dinas PU Cipta Karya Prov. Jatim yang memiliki program kerja yang sama. Sinergi BUMN dan pemerintah daerah ini merupakan implementasi dari program pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Jokowi. Hal ini untuk mendorong semakin meningkatkan tenaga terampil yang mampu bersain di era MEA, termasuk tenaga tukang bangunan yang tersertifikasi.



Ke depannya, target program 12.000 tukang bangunan bersertifikat itu tak hanya berhenti dalam pelatihan saja. Setelah lolos uji sertifikasi diharapkan bisa bergabung secara aktif di Komunitas Tukang Bangunan yang dihimpun oleh PT. Semen Gresik. Untuk memberikan kemudahan dalam fasilitasi komunikasi maka di tahun 2016 ini, setiap anggota akan diberikan sebuah sim card yang bekerjasama dengan salah satu provider selular BUMN. Melalui simcard inilah Semen Indonesia akan memberikan info menarik, baik program promo perusahaan atau aktivitas sesama anggota.

Guna menunjang keterampilan para tukang bangunan ini, akan disiapkan juga call center yang siap memfasilitasi seputar informasi jasa arsitektur atau bangunan. Misalkan para tukang yang menginginkan sebuah gambar ideal sebuah rumah tipe tertentu, maka akan diberikan alternatif detil mulai bentuk disain hingga estimasi biaya yang diperlukan. Hal ini tentu akan sangat membantu dalam pelaksanaan kerja para tukang, yang diharapkan di kemudian hari akan mampu meningkatkan kemampuannya hingga menjadi pemborong. Keterampilan yang diperoleh diharapkan untuk selalu ditingkatkan, sehingga akan semakin memiliki nilai jual yang tinggi.

Sementara di tempat terpisah, Danu menjelaskan mengapa kali ini pelatihan ditempatkan di Mojokerto? Hal ini disebabkan pelatihan sejenis telah dilakukan di Surabaya untuk tahun sebelumnya. Sebagai salah satu kota penyumbang 24% dari pendapatan nasional PT. Semen Gresik (Surabaya Raya: Surabaya, Gresik, Mojokerto, dan Sidoarjo) menjaga 'hubungan baik' agar tetap mencapai raihan produktivitas yang tinggi di lingkaran pemasaran yang ada di kota ini. Tukang bangunan sebagai ujung  tombak pemasaran diharapkan mampu untuk memberikan hasil yang terbaik bagi konsumen. Sehingga konsumen pun tak ragu-ragu untuk selalu memilihi semen yang terbaik untuk bangunan mereka.


Mitra Sinergis Pemerintah

Laporan Ketua Lembaga Pelatihan Jasa Konstruksi (LPJK) Jawa Timur, Sukoco, menjelaskan bahwa anggaran pelatihan bersumber dari DIPA Kementerian PUPR dengan dukungan PT. Semen Gresik (Semen Indonesia) yang masing-masing menanggung dua (2) paket @30 orang. Pelaksanaan teori akan dilaksanakan di Hotel Slamet. Sementara untuk praktik dan uji sertifikasi akan dilakukan di Desa Banjaragung, Kec. Puri, Kab. Mojokerto. Diharapkan peserta dengan sungguh-sungguh untuk memperhatikan semua materi yang akan dilatihkan selama dua hari. Sehingga di saat uji kompetensi mampu lolos untuk mendapatkan sertifikat tukang bangunan yang berlaku secara nasional.

Gentur Prihantono memberikan sambutan sekaligus membuka acara. (dok. pribadi)

Pada kesempatan terakhir, Dr. Gentur Prihantono, ST. MT., Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jatim sebelum membuka secara resmi memberikan beberapa pernyataan penting, diantaranya:

  1. PT. Semen Gresik adalah mitra pertama BUMN dalam program mewujudkan 500.000 (2015-2019) tenaga tukang bangunan bersertifikat yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi.
  2. Infrastruktur adalah primadona utama yang menggerakkan roda perekonomian rakyat. Oleh karena itu, APBD Provinsi Jawa Timur 'diketok' pada tanggal 10 November. Hal tersebut memungkinkan pembangunan sudah mulai dijalankan mulai awal tahun anggaran berjalan.
  3. Untuk mendapatkan hasil yang bagus, maka sebuah infrastruktur harus dibuat dari bahan baku yang berkualitas. Maka pilihan kepada Semen Indonesia menjadi suatu keniscayaan. Selain sebagai perusahaan BUMN, tentu bahan pembuat semen dari Semen Indonesia pastilah akan dicarikan dari bahan dengan mutu terbaik. Tak cukup hanya dengan sertifikasi penjaminan mutu nasional, Semen Indonesia dalam hal ini PT. Semen Gresik juga telah memperoleh sertifikasi uji mutu internasional.
  4. Hendaknya tukang yang telah memiliki keahlian dan bersertifikat ini mampu membentuk paguyuban yang bisa menjembatani berbagai kepentingan profesional dan sosial para tukang. Sehingga tidak akan sampai terjadi tenaga terampil yang menganggur. Sebab dengan sertifikat yang dikeluarkan LPJK ini akan membuka berlaksa peluang untuk membuka peluang kerja secara mandiri atau lewat perusahaan. Termasuk sangat terbuka peluang untuk bekerja di lingkungan negara ASEAN. Tentu saja dengan standar pendapatan sebagai tenaga tukang bersertifikat atau tenaga tukang ahli.

Sebaik apapun program yang dicanangkan oleh pemerintah atau perusahaan, tak akan berhasil baik jika tak diimbangi oleh kesungguhan pihak yang terlibat. Demikian juga dengan progran pembekalan dan uji sertifikasi bagi tukang bangunan ini. Akan menjadi sia-sia jika para terdidik tersebut tidak mampu memberikan karya terbaiknya di lapangan. Semangat membangun negeri dari Semen Indonesia ini diharapkan tak hanya membangun fisik. Lebih jauh lagi, akan membangun mental tenaga terampil tersebut untuk mampu bersaing di dunia kerja.



2 komentar

Makin profesional dan berkompeten aja tukang, itu semua demi bersaing di MEA ya...

Benar, Mas. Kalau mau diterima bekerja di mana saja. Tukang bangunan pun harus profesional.

Karena semua orang bebas berpendapat, maka mohon komentar yang positif dan membangun. Jangan nyepam, plis. Kasihan yang mau komentar beneran. Matur nuwun atas pengertiannya ya.
EmoticonEmoticon