Sabtu, 05 November 2016

Banyuwangi Menyambut #internetBAIK

Peserta membludak tapi tetap antusias sampai akhir acara. (dokpri)

Sahabat Indonesia, setelah melewati beberapa kota, kali ini road show Telkomsel #internetBAIK menyambangi Banyuwangi. Bertempat di Ijen Ballroom Hotel Santika Banyuwangi, Selasa (1/11), 350 orang peserta seminar. Menurut panitia, target 300 peserta akhirnya harus 'jebol'. Sebab minat untuk mengikuti seminar tersebut yang luar biasa. Pendaftaran via daring saja sudah melebihi jumlah 300 orang.


Hal tersebut tak lepas dari dukungan pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang luar biasa juga. Bupati Abdullah Azwar Anas hadir untuk mendukung langsung dan sekaligus membuka acara. Beliau begitu bersemangat saat mengetahui bahwa Banyuwangi dipilih dari beberapa kota di Indonesia. Kesempatan yang tak disia-siakan oleh bupati yang telah meraih puluhan prestasi untuk daerahnya.

Bupati Banyuwangi, Azwar Anas membuka acara. (dokpri)

Mayoritas peserta adalah guru dan mahasiswa/pelajar. Disamping itu juga terdapat beberapa perwakilan dari Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK), komunitas, orangtua, blogger, pekerja sosial, maupun wirausahawan. Hal ini tentu begitu menggembirakan. Sebab sebagaimana telah diketahui, Banyuwangi merupakan salah satu kabupaten inovatif di Indonesia. Sejak tahun 2013, Bupati Azwar Anas telah membangun berbagai jaringan hotspot free wifi di titik-titik potensial.

Ketersediaan fasilitas tersebut di satu sisi pasti akan menimbulkan efek positif. Namun di sisi yang lain efek negatif pun tak dapat dihindarkan. Kemudahan untuk mengkakses internet jika tak diimbangi dengan kesadaran untuk memanfaatkan konten-konten posisitif tentu akan menjadi bumerang. Demikian seperti yang disampaikan oleh Azwar Anas dalam sambutan pembukaan. Oleh karena itu, upaya Telkomsel yang didukung oleh ICT Watch, Yayasan Kita Dan Buah Hati, serta Kakatu lewat rangkaian kampanye #internetBAIK tentu harus didukung.

Sesi seminar yang menghadirkan tiga (3) orang nara sumber berlangsung cukup menarik. Membuat panitia terpaksa menambah waktu untuk sesi tanya jawab. Donny BU. (ICT Watch), Hilman Al Madani (Yayasan Kita dan Buah Hati), dan Sa’ad Ibrahim (Kakatu), cukup berhasil ‘menyihir’ para peserta dengan paparan masing-masing. Materi-materi yang disampaikan cukup mencerahkan sekaligus memberikan wawasan baru bahwa dahsyatnya efek negatif dari penggunaan internet cukup memprihatinkan.

Dengan mengenal #internetBAIK (Bertanggungjawab, Aman, Inspiratif, Kreatif) diharapkan bahwa dapat mereduksi efek negatif dari penggunaan internet. Berbagai berita miris berseliweran sebagaimana diungkap oleh Donny BU. dari ICT Watch. Perkosaan yang dilakukan oleh anak akibat menonton video dewasa. Pencurian dan perampokan oleh sekelompok remaja akibat kecanduan game daring (online). Menebarkan kebencian dan  SARA lewat media sosial. Anak-anak yang kecanduan games hingga putus sekolah. Sungguh sesuatu yang membuat kita harus berpikir keras. Utamanya bagi orang tua serta guru sebagai benteng pendidikan dan pembentukan karakter anak/siswa.

Peserta seminar berwelfie ria bersama bupati. (dokpri)

Kepedulian orangtua, guru, serta lingkungan terhadap pergaulan sebaya terhadap anak-anak menjadi perhatian penting. Hal tersebutseperti yang disampaikan Lukman dari Yayasan Kita Dan Buah Hati. Sebab bukanlah pekerjaan yang mudah bagi orangtua atau guru untuk ‘menyembuhkan’ anak yang tengah kecanduan gawai utamanya game (daring). Dampak fisik dan psikologis yang ditimbulkan menjadi ancaman serius bagi pembentukan karakter anak yang menjadi generasi penerus bangsa. Untuk itu, dengan mengetahui efek negatifnya, diharapkan mampu melakukan tindakan preventif. #internetBAIK memberikan banyak tips-tips bagi kita. Apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang seharusnya dihindari dalam pemanfaatan gawai maupun internet.

Sementara itu, Sa’ad Ibrahim dari Kakatu Bandung menyampaikan tips praktis bagaiamana orangtua memboleh anak menggunakan gawai (handphone). Memberi kebebasan sekaligus memberikan rambu untuk bertanggungjawab terhadap fitur-fitur yang diakses. Lewat inovasi program aplikasi Kakatu, diharapkan orangtua mampu secara efektif memberikan rambu-rambu bagi anak-anaknya untuk menggunakan gawai secara bertanggungjawab. Inovasi pemuda Bandung ini menjadi salah satu alternatif bagi para orang tua untuk melindungi putera puterinya.

Di akhir acara, tak lupa panitia memberikan beberapa cindera mata kepada peserta yang aktif dan yang memenangkan kompetisi instagram. Alhamdulillah, penulis menjadi salah satu peserta yang memperoleh cindera mata tersebut. Untuk peserta seminar, panitia akan memilih lagi 50 orang peserta yang akan disertakan untuk tahap berikutnya yaitu TFT, Training For Trainer. TFT ini akan dilaksanakan untuk dua hari ke depan di tempat yang berbeda.


Nah, mau tahu kelanjutannya?

Karena semua orang bebas berpendapat, maka mohon komentar yang positif dan membangun. Jangan nyepam, plis. Kasihan yang mau komentar beneran. Matur nuwun atas pengertiannya ya.
EmoticonEmoticon