Rabu, 23 November 2016

Bersama Bursa Sajadah Menjemput Berkah

Bursa Sajadah Jl. Karimun Jawa Gubeng, Surabaya. (dokpri)

Sahabat Indonesia, sore yang yang cukup bersahabat Jumat(18/11) kemarin. Suasana cukup gerah karena mendung tebal menggantung melingkupi Kota Surabaya. Alhamdulillah, hujan tak sampai turun. Sehingga rencana rombongan kami dari Bursa Sajadah Aarti Jaya Cabang Surabaya untuk ke tempat bakti sosial dapat berjalan lancar. Tepat jam 15.40 Wib, kami tiba di lokasi acara.


Ma'had Tahfidzul Qur'an Darul Hijrah Surabaya. Demikian bunyi tulisan di atas neon box berwarna hijau tua di depan gerbangnya. Berlokasi di Jl. Kejawan Putih Tambak, Sukolilo Surabaya, pesantren ini menampung 75 orang santri setingkat SMP. Sebagian besar santri adalah dari yatim/piatu, anak dari keluarga kurang mampu, serta santri berprestasi. Sementara seluruh biaya pengelolaan berasal dari Baitul Maal Hidayatullah Cabang Surabaya.

Ma'had Taffidzul Qur'an Darul Hijrah Surabaya. (dokpri)

Dengan didampingi oleh 12 orang asatiz (guru-guru), program unggulan di ma'had (pesantren) ini adalah santri hafal 15 juz saat mereka lulus. Dilanjutkan dengan 15 juz berikutnya di tingkat SMA yang lokasi pesantrennya berada di Pandaan, Pasuruan. Sebagaimana agenda sore hari itu. Sedianya para santri setelah shalat jamaah Asar melakasanakan muraja'ah (setoran hafalan Al-Qur'an). Namun sore itu diliburkan karena menerima tamu dari rombongan Bursa Sajadah Surabaya.

Cukup tepat jika pesantren ini menjadi pilihan program CSR SKV Group (Bursa Sajadah Surabaya, adalah salah satu anak perusahaan) tahun ini. Bertepatan dengan milad yang ke-67 founder  SKV Group, H. Syahir Karim Vasandani. Acara serupa juga digelar di 7 kota lain yang meliputi: Bandung, Jakarta, Bekasi, Bogor, Solo, Malang, dan Surabaya.


SKV Group Berbagi

“Kegiatan bakti sosial ini kami laksanakan sebagai salah satu wujud nyata tanggung jawab sosial dengan memberikan santunan kepada mereka yang kurang mampu,” demikian yang diungkap H. Syahir Karim Vasandani.

Kegiatan bakti sosial tersebut bukanlah yang pertama kali. Namun sudah dilakukan juga pada bulan Ramadan yang lalu. Memberikan bantuan kepada para anak yatim, dhuafa dan para hafiz merupakan salah satu bentuk kontribusi aktif kepada masyarakat. Bahkan diharapkan ke depannya, kegiatan semacam ini bisa dilaksanakan secara rutin tiap minggu.

“SKV Group ingin terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat dengan menciptakan hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitarnya,” imbuh beliau.
Maka tak berlebihan jika tema “SKV Group Berbagi” pada tahun ini menjadi tonggak untuk meraih kinerja yang lebih baik lagi ke depannya. Gelaran acara secara serentak di tujuh (7) kota ini tentu bukan tanpa alasan. Menurut Bu Lia, store manager Bursa Sajadah Surabaya, CSR tahun 2016 sekaligus penanda milad ke-67 H. Syahir Karim Vasandani. Usaha yang dibangun dengan penuh peluh dan cucuran keringat ini butuh momentum untuk ‘meluapkan’ energi. Maka pilihan program CSR massal sekaligus menjadi doa bagi sang founder sekaligus seluruh team work SKV Group, agar tetap selalu sehat, bisa bekerja dengan penuh semangat, dan istikomah dalam berbagi.

Adapun pelaksanaan CSR di kota-kota lain meliputi:
  1. Jakarta di Panti Asuhan Muslimin Jaya Putri, Jl. Saharjo Bedeng/Swadaya III, Jakarta Selatan.
  2. Bogor di Panti Asuhan Yatim Piatu Yayasan Pesantren Al Afqiyah, Jl. Malabar Ujung No. 64.
  3. Bekasi di Rumah Yatim Jl. Veteran 57.
  4. Solo di Rumah Setia Senyum Yatim Indonesia, Jl. Kencur No. 125 Laweyan.
  5. Malang di Yayasan Al Ikhlas Jl. Jati Selatan No. 50.
  6. Bandung berlangsung di 2 tempat, yaitu di Panti Asuhan Anak Al Hilal Jl. Peta 156/95 dan Jl. Veteran.
Ruang serba guna Ma'had Darul Hijrah BMH Surabaya.  (dokpri)

Kunjungan dilaksanakan setelah shalat Jumat, namun di beberapa kota dilaksanakan pada sore hari. Hal ini menyesuaikan dengan kondisi kota setempat. Masing-masing perwakilan cabang Bursa Sajadah memberikan donasi berupa produk-produk Bursa Sajadah, barang kebutuhan sehari-hari, maupun dana bantuan pembangunan. 

"Diharapkan, melalui program ini kami dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak yang kami santuni untuk membantu memenuhi kebutuhan kesehatan mereka sekaligus menjalin silaturrahmi dan menciptakan nilai kebersamaan dengan masyarakat di lingkungan sekitar di manapun kami berada," ujar Heera Syahir Karim Vasandani, CEO Bursa Sajadah Aarti Jaya.


Keceriaan di Ma'had Tahfidzul Qur'an Darul Hijrah Surabaya

"Ayo siap!" ucap Ust. Mujjahid kpd para santrinya. (dokpri)

Oh ya, ma'had/pesantren ini seluruh santrinya adalah putera. Sebagaimana pesantren di bawah naungan Baitul Maal Hidayatullah, di pesantren ini nilai-nilai kedisiplinan mendapatkan tempat penting dalam pembentukan karakter. Di bawah komando Ust. Mujjahid, para santri sudah duduk dengan rapi sesuai dengan tingkatan kelas masing-masing. Maka tepat jam 16.00 Wib acara pun sudah dapat dimulai.

Dipandu pembawa acara Mbak Qonita, puteri asli Kampung Ampel ini cukup piawai untuk membuat suasana menjadi cair. Maka acara demi acara pun mengalir dengan lancar. Mulai dari tilawah Al-Qur'an, beberapa sambutan, unjuk keterampilan, lomba-lomba, penyerahan hadiah lomba, hingga pembuatan video singkat ucapan selamat milad kepada H. Syahir. Meski sempat ada sedikit gangguan penerangan/lampu, namun tak mengurangi kehikmatan dan keceriaan acara.

Dalam sambutannya, Ust. Mujjahid, ustaz asal Solo ini menyampaikan rasa terima kasih karena diberikan kesempatan dan rezeki untuk bisa menerima kehadiran tim dari Bursa Sajadah Surabaya. Sementara dari perwakilan Bursa Sajadah Surabaya, Bu Lia berharap bahwa kunjungan ini bisa menjadi kunjungan yang diberkahi Allah Ta'ala. Menjadi penyemangat bagi semua untuk bisa saling berbagi sekaligus peringatan milad ke-67 sang founder, H. Syahir. 

Permainan ruyung yang cuckup memukau. (dokpri)

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan unjuk keterampilan berupa tampilan grup nasyid dan penampilan santri dengan olah raga bela diri tradisional. Penampilan permainan ruyung yang dimainkan oleh 2 orang santri cukup memukau semua hadirin. Bak Jet Li junior, mereka berhasil memainkan senjata yang cukup mematikan tersebut dengan amat terampil. Tak pelak, pekik takbir menggema saat adegan unjuk kebolehan tersebut berakhir.

Peserta sdg perhatikan pertanyaan untuk hafalan Al-Qur'an. (dokpri)

Tak cukup dengan unjuk keterampilan, para santri pun mengikuti lomba-lomba. Lomba pertama adalah muhadarah (ceramah) yg diikuti oleh 3 peserta kelas 1. Pertanyaan-pertanyaan dari Ust. Mujjahid maupun dari hadirin sebagian besar dapat dijawab dengan baik. Termasuk pertanyaan dari penulis. Meski baru 4 bulan menghuni pesantren, sebagian besar santri kelas 1 sudah menghafalkan minimal 3 juz Al-Qur'an, masyaAllah. 


Lomba ke-dua adalah muhadarah (pidato). Diikuti 3 orang santri kelas 2, mereka cukup piawai membawakan materi masing-masing. Meski sempat ada peserta yang masih demam panggung, maklumlah banyak 'orang luar' yang melihat, tapi semua dapat berlangsung dengan lancar. Sayang, karena waktu sudah berimpitan dengan waktu Maghrib, lomba ke-3 hafalan hadis tidak dapat ditampilkan. Namun hal tersebut tetap tak mengurangi kemeriahan acara.

Penyerahan hadiah kepada para juara lomba-lomba. (dokpri)

Penyerahan hadiah lomba-lomba diserahkan oleh Bu Lia, Perwakilan BMH, Ust. Mujjahid, dan para bloger yang ikut serta meliput acara bakti sosial sore itu. Berikutnya juga adalah penyerahan secara simbolis bingkisan kepada seluruh para santri serta bantuan kepada pihak pesantren. Tak lupa untuk memberi kejutan, para santri, pengasuh pesantren, dan para karyawan memberi ucapan selamat milad kepada H. Syahir K.V., melalui sebuah video pendek.

Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara dapat dilalui dengan lancar. Kesan mendalam dari seluruh yang hadir, apalagi para karyawan pun dapat merasakan shalat Maghrib berjamaah dengan para santri dan asatiz. Tak terasa, hingga hampir Isya' menyempatkan untuk ngerumpi dan makan malam bersama sambil menunggu mobil jemputan. 


Bursa Sajadah Tokoh Sarana Ibadah Penjemput Berkah

Wajah depan yg eksotik Bursa Sajadah di malam hari. (dokrpi)

Sebagaimana telah penulis sebutkan sebelumnya, rintisan usaha Bursa Sajadah ini diawali di tahun 1998. Ketika masa-masa krisis ekonomi sedang berlangsung. Namun berkat keuletan dari H. Syahir K.V. serta dukungan keluarga, usaha toko kebutuhan muslim ini pun berkembang cukup pesat. Hingga saat ini telah memiliki 8 kantor cabang di 7 kota. Serta akan mengembangkan lagi di beberapa kota di tahun yang akan datang.

Camilan khas Timur Tengah yg membuat Anda bingung memilihnya. (dokpri)

Seperti yang dikatakan oleh CEO-nya, Ibu Heera SKV., yang merupakan generasi ke-2 pemegang pucuk pimpinan SKV Group. Bahwa Bursa Sajadah baru memiliki 8 cabang. InsyaAllah ke depannya akan merambah kota-kota lainnya. Analisis pasar serta kebutuhan konsumen menjadi pertimbangan untuk selalu berinovasi. Hal ini senada dengan yang disampaikan Ibu Lia. Untuk gerai Surabaya, pelanggan dari kota-kota di Indonesia bagian timur cukup antusias.

Seorang pelanggan dari Makassar bahkan secara rutin mempercayakan kebutuhan oleh-oleh haji/umroh ke Bursa Sajadah Surabaya. Jumlah koleksi barang mencapai 7000-an macam produk dengan jaminan kualitas prima menjadi jaminan mutu. Belum lagi berbagai diskon yang ditawarkan untuk produk-produk tertentu secara rutin. Masih ditambah dengan fasilitas kartu keanggotaan bursa melalui membership dengan kemudahan-kemudahan tertentu. Hal tersebut dimaksudkan untuk membangun jaringan kemitraan dan sinergi positif dengan para pelanggannya.

Diskon menarik selalu hadir untuk menjaga kepuasan belanja Anda. (dokpri)

Khusus untuk keperluan jamaah haji/umroh, para pelanggan dapat memilih barang-barang keperluan selama di tanah suci. Mulai dari tas, tali, sandal, payung, obat-obatan, pakaian, hingga oleh-oleh semua tersedia. Pelanggan dapat memilih sendiri paket oleh-oleh sesuai kebutuhan. Barang berkualitas dengan harga yang kompetitif menjadi pertimbangan para pelanggan untuk selalu kembali berbelanja. 

Koleksi eksklusif dg harga kompetitif. (dokpri)

Pamor kawasan Ampel masih menjadi magnet bagi para pemburu kebutuhan muslim atau perlengkapan umroh/haji. Namun tak ada salah, Bursa Sajadah kinipun patut menjadi alternatif untuk berbelanja. Sebab Anda tak perlu lelah berjalan menyusuri lorong-lorong panjang gang-gang. Cukup di satu tempat yang cukup luas, seluruh barang keperluan Anda digelar di lantai satu dan dua Bursa Sajadah Surabaya.

Jika masih kerepotan untuk datang langsung, pesan via online juga begitu mudah dilakukan. www.bursasajadah.com akan memenuhi segala keperluan Anda tanpa perlu ke luar rumah. Praktis dan tak merepotkan bukan?

Nilai lebih lain untuk pelanggan yang tak disadari adalah, setiap rupiah yang dibelanjakan ada nilai sedekah di dalamnya. Ini yang bisa menjadikan Bursa Sajadah menjadi daya tarik tersendiri bagi Anda yang belum pernah mengunjunginya. 

Kalau saya sudah, kapan Anda ke sini?

2 komentar

Wah acaranya meriah sekali Om. banyak bakat anak-anak yang dipertontokan, juga rangkaian lombanya. sampek waktunya gak mencukupi untuk perlombaan berikutnya. pasti menyenangnya berada di antara mereka saat itu om :)

Setiap aktivitas bareng santri atau anak-anak panti asuhan, hati mesti terasa adem. Sebab aktivitas sehari-hari juga tak jauh dari akitivitas seperti mereka, mas Richo.

Karena semua orang bebas berpendapat, maka mohon komentar yang positif dan membangun. Jangan nyepam, plis. Kasihan yang mau komentar beneran. Matur nuwun atas pengertiannya ya.
EmoticonEmoticon