Jumat, 11 November 2016

Yuk Kita Belajar Eco Driving!

Suhendi dr Nissan Indonesia sedang menyampaikan materi. (dokpri)

Sahabat Indonesia, mobil123.com, situs jual beli mobil online di Indonesia yang selalu melakukan inovasi. Dengan total penjualan sebesar 200.000-an mobil baru dan bekas dan merangkul 400 dealer mobil terpercaya di Surabaya dan Malang. Hal ini seperti dikatakan Habibi, Kepala Cabang Surabaya yang membawahi wilayah kerja Surabaya dan Malang pada acara gathering blogger dan  wartawan di Buro Cafe Surabaya, Kamis (10/11) yang lalu. Prestasi yang mengantarkannya menjadi Portal Otomotif Nomor 1 di Indonesia.


Karena dedikasi yang tinggi kepada para konsumen dan calon konsumen, mobil123.com pun  tak ketinggalan untuk memberikan edukasi positif. Salah satu bentuknya adalah dengan program CSR savety riding dan eco driving sebagaimana yang telah dilakukan di Surabaya kemarin. Sebab kita ketahui bahwa penyebab efek rumah kaca salah satunya disebabkan tingkat polutan kendaraan bermotor yang tinggi. Tingkat polutan tinggi disebabkan oleh banyak faktor diantaranya adalah jumlah kendaraan bemotor yang tinggi, tidak adanya pembatasan tahun kendaraan yang boleh ‘turun’ ke jalan, cara pengemudi yang sembrono dalam berkendara.

Habibi, Kepala Cabang mobil123 dot com Surabaya. (dokpri)

Menggandeng salah satu fabrikan besar dunia, Nissan, mobil123.com mengajak para blogger dan wartawan untuk ikut mengkampanyekan program Eco Driving. Oleh karena itu, gathering mengambil tema “Eco Driving. Mau Gak Tekor? Ini Caranya”. Cara mengemudi yang sembrono menjadi salah satu penyebab utama mengapa konsumsi bahan bakar kendaraan menjadi tinggi. Sekaligus menjadi penyebab tingkat polutan yang tinggi.
Dalam kesempatan pemaparaannya, Suhendi yang mewakili Nissan Indonesia memberikan beberapa tips cara mengemudi yang Eco Driving (mengemudi berwawasan lingkungan). Diantara adalah tentang dua (2) aspek penting dalam defensive driving dan safety riding. Persiapan  kendaraan sebelum berkendara sangatlah penting. Langkah yang perlu dilakukan diantaranya adalah:

  1. Cek bahan bakar sesuai dengan nilai oktan yang direkomendasikan. Mobil-mobil terkini biasanya menganut sistem kompresi yang tinggi. Oleh karena itu, dibutuhkan BBK dengan oktan tinggi juga (minimal 92).
  2.  Tekanan ban harus selalu diperhatikan. Sebab tekanan ban yang kurang, berakibat kendaraan berat berjalan, sekaligus akan membuat BBK yang dibutuhkan menjadi besar. Untuk itu, pengecekan ban secara visual (manual) atau dengan alat ukur perlu dilakukan secara berkala. Ini bisa dilakukan dengan interval minimal 2 mingu sekali.
  3. Hindari muatan berlebihan. Muatan yang berlebihan berakibat tingkat konsumsi BBK menjadi besar.
  4. Lakukan perawatan mobil secara berkala. Mengecek saringan udara dan olie, usia pakai busi, dan lainnya secara akan mengurangi penggunaan BBK yang boros. Sekaligus akan menekan biaya perawatan rutin.
Sementara dalam hal Eco Driving, beberapa tips yang perlu kita ketahui diantaranya adalah:
  1. Hindari start yang mendadak. Lakukan start secara perlahan dan usahakan tidak lebih dari 1/3 range pedal gas. Hal itu berlaku untuk mobil/kendaraan transmisi manual maupuk matik.
  2. Hindari membebani mesin atau putaran mesin secara berlebihan. Cara yang bisa dilakukan adalah usahakan setelah 2000 rpm (rotasi per menit) untuk langsung ganti gigi. Untuk mobil matik dapat dilakukan dengan cara menahan pedal gas pada 2000 rpm. Hal ini memang terasa membosankan dan lambat. Namun cara ini akan efekif untuk menghemat konsumsi BBK sampai dengan 30%.
  3. Antisipasi kondisi jalan. Cara yang dilakukan antara lain dengan menjaga jarak aman mobil.
  4. Untuk kendaraan transmisi manual, usahakan kaki tidak menginjak pedal kopling saat berkendara.
  5. Hindari pengereman yang tidak perlu. Sebisa mungkin usahakan menggunakan engine brake.
  6. Pertahankan kendaraan pada kecepatan yang cukup wajar di jalan tol. Perhatikan kecepatan aman untuk mengemudi. Sekali lagi, hal tersebut mungkin terasa membosankan sebab mobil terasa berjalan lambat.
  7. Matikan mesin saat berhenti untuk waktu yang lama. Menghidupkan mesin saat kendaraan berhenti lama menyebabkan kendaraan menjadi boros BBK.
  8.  Aktifkan AC dengan temperatur yang tak terlalu dingin. Caranya dengan melihat indikator sampai dengan ½ dari temparatur maksimal.
  9. Pada saat mobil berjalan dalam kecepatan tinggi, tutup semua jendela. Jendela yang terbuka menyebabkan angin masuk dan akan menghambat laju kendaraan yang berakibat BBK yang dibutuhkan juga menjadi lebih besar.
  10. Jangan mengemudi secara agresif. Tidak perlu terburu-buru. Oleh  karena itu, sediakan waktu yang cukup untuk menuju tujuan. Usahakan mengemudi dengan sabar dan tidak mudah emosi.

Nah, apa sih keuntungannya jika kita mengemudi secara Eco Driving? Keuntungannya tentu saja cukup banyak diantaranya adalah:
  1. Biaya. Jika kita bisa melakukannya, tentu saja kita bisa berhemat dalam hal pembelian BBK dan ongkos perawatan mobil.
  2. Lingkungan. Dampak dari segi lingkungan adalah akan berkurangnya emisi gas buang. Artinya mengurang dampak efek rumah kaca yang disebabkan tingginya angka polutan.
  3. Sosial. Akan menjadikan perilaku mengemudi positif yang bisa meningkatkan rasa tanggungjawab dan tenggang rasa dalam mengemudi mobil di jalanan.
  4. Keamanan. Tentu saja keamanan menjadi tujuan terakhir dari Eco Driving. Aman bagi pengendara maupun bagi pengendara lainnya karena perilaku mengemudi yang posisitif/baik.

Salah satu peserta dlm sesi diskusi. (dokpri)

Cukup banyak tips yang penulis sampaikan bukan? Ini sekaligus menjadi pengingat bagi saya sendiri agar secara konsisten untuk mengemudi secara Eco Driving. Sekaligus mengajak kepada Anda untuk bisa belajar melakukan seperti yang saya lakukan. mobil123.com memang patut diacungi jempol lho.


Jika saya bisa, mengapa tidak dengan Anda?

1 komentar so far

Seru acaranya padat ilmunya :)

Karena semua orang bebas berpendapat, maka mohon komentar yang positif dan membangun. Jangan nyepam, plis. Kasihan yang mau komentar beneran. Matur nuwun atas pengertiannya ya.
EmoticonEmoticon