Sabtu, 10 Desember 2016

Homestay UGM Murah Tapi Tak Murahan

Homestay T-4 nampak dari depan. (dok. pribadi)

Rekreasi, reuni, kunjungan kerja, atau aktivitas lain di sebuah kota dengan ratusan destinasi wisata akan terasa hambar jika tanpa menginap. Sebagaimana saat kita melakukan aktivitas di Kota Jogja. Akan terasa hambar jika tak menyempatkan waktu untuk jalan-jalan. Minimal satu atau dua tempat ‘wajib kunjung’ agar tak kehilangan kesan.


Terletak tepat di pojokan. (dok. pribadi)

Selain dikenal dengan wisata budaya (termasuk benda cagar budaya), wisata alam, wisata edutekno, wisata pantai, wisata kampus kini juga sudah menjadi tren. Ratusan kampus yang tersebar di saentero provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi daya tarik bagi calon mahasiswa seluruh Nusantara. Tak luput juga calon mahasiswa dari luar, menjadikan kampus-kampus di Jogja menjadi tujuan pendidikan dalam berbagai jenjang. UGM, UNY (IKIP Yogyakarta), UIN (IAIN) Sunan Kalijaga, Institut Seni Indonesia (ISI) adalah kampus negeri favorit idaman para calon mahasiswa baru.

Suasana malam yg cukup tenang. (dok. pribadi)

Membaca banyaknya peluang secara ekonomis, UGM sebagai kampus negeri tertua di Jogja pun tak mau ketinggalan. Puluhan bekas rumah dinas dosen di sekitaran komplek SEKIP kini disulap menjadi homestay di bawah pengelolaan Gadjah Mada University Club. Homestay dengan tarif 800 ribuan hingga satu juta 800 ribuan ini terletak di tempat yang sangat startegis. Tak heran jika acara-acara reuni seringkali menggunakan homestay tersebut.

Ruang tengah yang sangat lega. (dok. pribadi)

Menyediakan 4 hingga 8 kamar pada tiap unit, tentu akan dapat menampung banyak orang. Untuk unit terkecil sebagaimana yang saya tempati, Homestay T4. 3 unit kamar ber-AC dapat ditempati 2-4 orang per kamar. Ditambah 1 unit kamar tanpa AC dapat ditempati 1 orang (single bed). Total 7-13 orang dapat tidur di dalam kamar. Bila masih kurang? Ruang tengah juga bisa ‘disulap’ menjadi ruang tidur. Untuk 15 orang, lebih dari cukuplah dengan menggelar karpet tentu saja. Belum lagi sofa yang cukup nyaman juga untuk tidur. Hihihi...

Welcome drink cukup untuk 15 orang. (dok. pribadi)

Bangunan tua yang unik, membuat beberapa titik cukup bagus untuk diambil sebagai latar belakang. Perumahan dosen yang mulai dibangun mulai pertengahan tahun 1970 tersebut mengadaptasi gaya Eropa yang dipadu dengan unsur Jawa pada bentuk kuda-kuda dan atapnya. Struktur bangunan yang kokoh, membuat kesan klasik hingga di dalam interiornya. Bentuk asli yang tak banyak diubah hingga saat ini.

Kamar dengan double bed ber-AC. (dok. pribadi)
Kamar single bed (large) ber-AC. (dok. pribadi)
Kamar mandi yg minimalis tapi bersih. (dok. pribadi)

Tersedia welcome drink yang cukup untuk 15 orang. Makanan pun dapat dipesan sesuai waktu yang diinginkan. Untuk masalah harga, jangan khawatir! Sebab harga per pax makan sangat terjangkau. Mulai dari 20 ribu hingga 25 ribu untuk breakfast, lunch, dan dinner. Cukup murah bukan? Atau jika ingin memilih sesuai selera, lokasi unit cukup dekat dengan rumah makan siap saji, Mirota Kampus, atau lesehan yang berjejer di seberang jalan Kopma UGM.

1 unit kamar non-AC single bed. (dok. pribadi)

Tapi perlu dicatat, pemesanan hanya dilayani pada hari dan jam kerja saja. Bagi yang berminat, bisa langsung kontak ke nomor telepon (0274)557216 atau HP. 081227337611. Usahakan juga jauh hari untuk pesannya. Apalagi jika menghadapi peak season

Karena semua orang bebas berpendapat, maka mohon komentar yang positif dan membangun. Jangan nyepam, plis. Kasihan yang mau komentar beneran. Matur nuwun atas pengertiannya ya.
EmoticonEmoticon