Jumat, 30 Desember 2016

Muhasabah Di Penghujung Tahun 2016 Masehi

Menyongsong hari yang baru. (dokpri)

Tahun 2016 tinggal menghitung jam saja untuk berganti dengan tahun 2017. Tentu banyak catatan kita torehkan selama 366 hari di tahun 2016 ini. Oh ya, karena tahun kabisat, maka setahun bukan 365 hari, tapi 366 hari. Suka dan duka pasti telah kita lewati dengan cara masing-masing untuk melewatinya.


Banyak masalah, seharusnya juga banyak jalan ke luar untuk mengatasinya. Ada kalanya jalan itu sendiri penuh sesak yang membuat kita begitu sulit melewatinya. Namun ada kalanya jalan itu begitu lapang, sehingga tanpa sadar kita telah melewatinya. Sesaknya jalan maupun lapangnya jalan adalah sunatullah bagi orang-orang yang percaya, bahwa Allah pasti memberi solusi pada setiap masalah kehidupan yang menghadang kita.

Saat hati di persimpangan jalan. (dokpri di 'titik nol' Jogja)

Demikian juga bergantinya tahun. Hal yang biasa saja sebenarnya bagi diri muslim yang mau mentadabburkan diri. Sebab setiap hari kita selalu dituntut untuk memiliki hari yang berkualitas dibandingkan hari yang telah lewat. Menjadi manusia utama (khalifatul fil ‘ardh) yang mampu meraih kebahagiaan akhirat sekaligus dunia menjadi tujuan hidup. Itulah keberkahan hidup hakiki yang ‘dikejar’ manusia dalam mengarungi samudera kehidupan di dunia.

Oleh karena itu, Al-Qur’an sebagai panduan hidup muslim telah memberikan beberapa indikator untuk hidup bahagia. Tujuh (7) indikator yang bisa kita baca dan patut untuk kita renungkan. ‘Jalan lapang’ bagi kita untuk menjadi solusi masalah-masalah kehidupan yang menerpa kita tiap detik, tiap waktu.

Berikut tujuh indikator tersebut:

·        Qolbun syakirun (hati yang selalu bersyukur). Sikap hidup yang selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada tekanan hidup/stress. Demikianlah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. [QS. 13:28; 2:152; 16:18; 34:14; 55:13; 14:7]
Hati yang selalu bersyukur. (dokpri)

·        Al-azwaju shalihah (pasangan hidup yang salih/salihah). Pasangan hidup yang salih/salihah tentu akan memberikan suasana kesalihan juga dalam berumah tangga. [QS. 51:49; 17:32; 24:32; 24:26]
·        Al-auladul abrar (anak yang salih/salihah). Doa anak yang salih kepada orang tuanya dijamin oleh Allah Ta’ala untuk dikabulkan. Maka berbahagialah orang tua yang salih bila memiliki anak yang salih/salihah. [QS. 17:23; 31:14; 46:15; 29:8; 25:74]
I'tikaf di Masjid Gede Kauman Jogja. (dokpri)

·        Al-baiatu salihah (lingkungan yang kondusif untuk iman kita). Rasulullah sallallahu ‘alaihi wassallam menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang salih. Mereka yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita salah atau khilaf. [QS. 4:96; 51:55; 26:214; 5:2]
·        Al-malul halal (harta yang halal). Bukan banyaknya harta yang akan menjadi pemberat mizan kita saat di akhirat nanti. Tapi harta yang halal dan selalu diberikan haknya untuk dipenuhi zakat maalnya yang akan menjadi pemberat amalan baik kita. Harta halal yang akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi bersih, suci, serta kokoh sehingga memberi ketenagan dalam hidup. Maka berbahagialah orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya. [QS. 2:267; 43:36-37; 2:269; 2:155]
·        Tafakuh fiddin (semangat untuk memahami agama). Dengan belajar ilmu agama, akan semakin cinta pula kepada agama dan semakin tinggi pula cintanya kepada Allah Ta’ala serta RasulNya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya. [QS. 45:20; 3:138: 5:16; 4:174; 2:269]
Menuntut ilmu agama tak kenal usia. (dokpri)


·        Umur yang barakah. Semakin bertambah usia kita, semakin bertambah pula kesalihan kita. Setiap detik waktu tak akan dilewatkan kecuali dengan amal kebaikan. Semakin tua, semakin rindu untuk bertemu dengan Sang Khalik. Inilah semangat hidup orang-orang yang barakah umurnya. [QS. 2:96; 35:37; 36:68, 225]

4 komentar

Semoga selalu lebih baik dg bertambahnya waktu...

Aamiin.
Semoga demikian, mas Selamet.

Subhanallah, dengan segala kelalaian yang terlanjur dilakukan,
berharap tahun ini tak terulang kembali

Aamiin.
Semoga demikian, abang muda.

Karena semua orang bebas berpendapat, maka mohon komentar yang positif dan membangun. Jangan nyepam, plis. Kasihan yang mau komentar beneran. Matur nuwun atas pengertiannya ya.
EmoticonEmoticon