Kamis, 19 Januari 2017

Pantai Sepanjang, Pantai Kuta Tempo Doeloe

Selamat datang di Pantai Sepanjang Gunungkidul. (dokpri)

Melanjutkan cerita touring berasama Yamaha Yogyakarta kemarin. Rasanya tak lengkap bila Pantai Sepanjang hanya diceritakan Cuma sepotong. Kali ini saya coba untuk memberi gambaran bahwa pantai tersebut memang indah. Sehingga banyak wislok maupun wisman yang jauh-jauh dari sono, tujuan utama salah satunya adalah ke sini.


Pantai Sepanjang mulai ‘berkibar’ pasca invitasi bola volley pantai nasional pada 2014. Saat ini menjadi satu diantara 10 pantai di Gunungkidul yang mendapatkan kunjungan wisatawan tertinggi selama periode tahun 2016 kemarin. Tentu hal ini menjadi sesuatu yang tak mengherankan, sebab akses jalan yang cukup mudah ke arah pantai. Demikian juga sarana pendukung yang cukup memadai. Meski akses jalan masuk ke lokasi yang perlu segera dibenahi.

Jalan masuk bisa dibuat 'uji nyali'. (dokpri)

Semakin banyaknya bus besar yang berlalu lalang di akses jalan masuk pantai tentu sangat berpengaruh. Kondisi aspal yang banyak mengelupas bahkan beberapa bagian lobang cukup besar tentu sangat membahayakan. Maka jalan cor sebagai solusi jalan akses masuk di pantai yang lain. Akan membuat nyaman sekaligus aman bagi para pengunjung.


Pantai Pasir Putih

Asli keren pantainya. (dokpri)

Sebagai salah satu pantai berpasir putih di Gunungkidul, Pantai Sepanjang tentu terlihat tak membosankan. Apalagi hamparan pasir putihnya sepanjang mata memandang ke arah barat. Pilihan pantai untuk ‘membidik’ matahari tenggelam menjadi alternatif selain Pantai Parangtritis yang sudah melegenda. Maka tak heran jika penduduk lokal pun kini mulai menyediakan penginapan murah di sekitarnya.

Selain memanfaatkan akses untuk berjualan di sepanjang lapak yang disediakan untuk pedagang, ada juga beberapa area yang disewakan secara khusus oleh pengelola. Contohnya seperti resto milik Mas Nur, Kampung Lobster. Kebetulan  rombongan kami sempat menikmati makan siang di resto yang menyediakan menu istimewa lobster.

Bermain sambil menikmati indahnya pantai. (dokpri)

Pantai yang akan terlihat lebih eksotik bila berkunjung pada musim kemarau. Sebab surutnya air laut akan membuat para pengunjung dapat menikmati pemadangan biota laut yang bertebaran di sepanjang pantai. Sebab Pantai Sepanjang ini sebagian besar memiliki  dasar berupa batuan karang yang tak beraturan. Sementara itu, pengunjung juga bisa melihat rumput laut yang menghijau di bawah bukit karang di bagian timur pantai. Rumput laut inilah yang sebagian dibudidayakan oleh penduduk.

Meski ada larangan mandi di laut, tapi... (dokpri)

Oh ya, pantai ini sempat mendapat julukan “Pantai Kuta Tempo Doeloe”. Sebab para wisatawan yang sempat menikmati suasana Pantai Kuta zaman dulu, saat datang ke Pantai Sepanjang seolah melihat Pantai Kuta seperti era sebelum 90-an. Hal ini tentu patut menjadi catatan bagi pengelola. Ke depannya harus dibuat master plan pengembangan yang tak sampai merusak ekosistem yang ada.

Puluhan gubug para penjual yg berjajar rapi. (dokpri)

Sementara itu, di bagian barat pantai berjajar gubug-gubug para pedagang kaki lima yang menawarkan berbagai macam panganan maupun kerajinan produk lokal, maupun pakaian. Di sinilah sebenarnya denyut nafas perekonomia penduduk asli terlihat. Meski hasil laut olahan yang ditawarkan lebih mahal dibandingkan harga pasar, tapi wisatawan butuh untuk buah tangan. Sebab para pedagang itu pun biasanya ‘kulakan’ bahan siap olah kepada juragan. Selisih dengan harga pasar  plus jual matang itulah yang menjadi keuntungan para pedagang. Hal ini seperti dilakukan Bu Warni yang menjual aneka olahan masakan hasil laut.

Bu Warni yg sudah puluhan tahun berjualan di sini. (dokpri)

Satu lagi yang cukup unik di pantai ini adalah tidak ditemukannya penjaja makanan atau souvenir. Hal ini tentu menambah kenyamanan para pengunjung sebab tak perlu ‘diganggu’ saat menikmati keindahan pantai.


Kantong Parkir

Akses jalan dan katong parkir yg perlu pembenahan segera. (dokpri)

Penyediaan lahan parkir yang terkesan masih apa adanya, tentu akan menjadi kendala jika tingkat kunjungan sedang tinggi. Perlunya kantong parkir yang memadai dan dapat memuat lonjakan kendaraan pengunjung tentu akan menjadi keharusan yang tak bisa dibaikan. Sebagaimana yang kami temui kemarin, kendaraan besar yang kesulitan untuk melakukan manuver pada lahan parkir yang sempit. Ditambah kondisi tanah basah dan liat, sehingga beberapa kendaraan bannya sempat terperosok ke kubangan lumpur.

Nah, eksotisme Pantai Sepanjang Gunungkidul ini tentu menambah ‘kekepoan’ bagi Anda yang belum pernah berkunjung bukan? Tak ada salahnya, bila Anda ke Jogja dan memiliki waktu lebih, pantai ini menjadi salah satu destinasi kunjungan wisata. Sebab Malioboro kini sudah menjadi mainstream. Hehehe...


Karena semua orang bebas berpendapat, maka mohon komentar yang positif dan membangun. Jangan nyepam, plis. Kasihan yang mau komentar beneran. Matur nuwun atas pengertiannya ya.
EmoticonEmoticon