Sabtu, 15 April 2017

Lontong Balap Rajawali, Lontong Balapnya Arek Suroboyo

Semanggi Suroboyo.
Lontong Balap Wonokromo...



Lagu yang pertama kali dipopulerkan oleh Mus Mulyadi ini, tentu cukup familiar di telinga arek Suroboyo. Bahkan di pertengahan tahun 1970-an, hampir setiap hari RRI Stasiun Surabaya memutar lagu tersebut. Hal itu lah yang membuat kenangan tentang masakan tradisional Surabaya lekat di lidah dan hati masyarakatnya. Suroboyo gak mungkin kelangan roso. Surabaya tak akan kehilangan rasa (selera).


Rabu (12/4) kemarin, alhamdulillah kembali lidah ini bisa mencicipi makanan khas Surabaya. Lontong Balap tapi bukan Wonokromo. Kali ini Lontong Balap Rajawali menjadi jujugan rombongan kami. Kehadiran yang pas di jam makan siang, membuat diri menjadi begitu bersemangat. Maklumlah, hampir 2 tahun saya tak sempat lagi mencicipi lezatnya lontong balap pesohor ini.

Menunggu pesanan siap disajikan. (foto dokpri)

Terus terang, agak pangling juga dengan warung yang kelihatan lebih rapih. Dinding papan serta bangku kayu panjang sudah diganti. Meski tetap saja ruangan yang kecil, akan terasa sempit saat jam makan siang. Bagi yang makan di tempat, harus ikhlas untuk antre dulu. Seperti halnya rombongan kami dari Bestwestern Hotel yang sempat antre sebentar.

Penampakan Lontong Balap Rajawali dari SPBU di seberangnya. (foto kolpri)

Warung legendaris sejak tahun 1956 ini rupanya masih tetap ngehits. Saat ini dikelola oleh Miranto (36) tahun bersama saudaranya yang merupakan generasi ke-2. Mengapa disebut Lontong Balap Rajawali? Sebab letaknya berada di sisi selatan Jl. Rajawali. Berhadapan tepat dengan SPBU Rajawali yang berada di sisi utara.

Oleh karena itu, meski warung terasa ngepres dan mepet, pelanggan tak usah khawatir jika ingin ke belakang. Tinggal menyeberang, wheess...nyampailah di SPBU Rajawali. Sebagaimana saya alami bersama teman-teman serombongan. Hahaha...

Nah, itu adalah salah satu keunikannya. Keunikan lainnya tentu saja pada cara penyajian serta cita rasa lontong balapnya. Dengan bahan dasar lontong, lentho, tauge (panjang) yang dicampur dengan kuah, tahu goreng, dan brambang (bawang merah) goreng. Kuah khusus yang aromanya cukup manis dan gurih. Ditambah bumbu andalan berupa kecap dan petis. Bila menginginkan rasa pedas, sudah disiapkan wadah sambal tersendiri.


Sate Kerang yang membuat air liur terburai. (foto dokpri)

Sementara untuk ‘lauk’ pendamping, disediakan sate kerang. Sate kerang di sini dijual per ikat. Seikat berisi 10 tusuk sate kerang. Dibanderol dengan harga 12 ribu cukup sepadan dengan rasa yang disajikan. Pun demikian juga dengan lontong balapnya yang seporsi dihargai 14 ribu rupiah.

Untuk minumannya ada beberapa macam yang ditawarkan. Saya memilih Es Degan seharga 8 ribu untuk satu gelasnya. Total jenderal untuk seporsi lontong balap, sate kerang, dan minumannya adalah 34 ribu rupiah. Cukup sepadan dengan cita rasa, kenikmatan, serta ‘tingkat kekenyangannya’ tentu saja.


Pelayanan yang cukup cepat untuk pemadam kelaparan. (foto dokpri)

Dan yang cukup khas, untuk menjaga taugenya agar tetap terasa segar, harus dimasak dengan bahan khusus. Dengar-dengar sih, serbuk kayu yang digunakan untuk memasak. Bahan tauge didatangkan khuus dari Gresik dan Mojokerto. Sekitar 50 kilogram tauge yang dibutuhkan per harinya

Oh ya, Lontong Balap Rajawali ini buka mulai pukul 6 pagi sampai 4.30 sore. Tak kurang dari 250 - 300 porsi disiapkan tiap harinya. Eiitss...jangan hitung dulu lakunya ya. Pasti laku lah. Hehehe.

Amblaaasss.... (foto dokpri)

Wis pokoknya. Sampeyan-sampeyan yang datang di Surabaya. Tak ada ruginya mencoba mencicipi Lontong Balap Rajawali. Ingat, jangan salahkan saya jika nantinya menjadi ketagihan ya!
.

1 komentar so far

Kalau saya sukanya lontong balap di daerah Blauran. Lebih murah. Kalau menurut saya sih lebih enak juga. Berasa kayak priceza.co.id yg ngasih tahu harganya juga, kalau di Blauran masih di bawah 10 rb dan es degan 5 rb ajah

Karena semua orang bebas berpendapat, maka mohon komentar yang positif dan membangun. Jangan nyepam, plis. Kasihan yang mau komentar beneran. Matur nuwun atas pengertiannya ya.
EmoticonEmoticon