Selasa, 23 Mei 2017

Borobudur Silver Penjaga Tradisi Seni Kerajinan Indonesia

Borobudur Siver Jl. Menteri Supeno Jogjakarta. (Foto dokpri)

Borobudur Silver

Sejarah panjang mengukir kehadiran Borobudur Silver (BS) di Kota Jogja. Sepanjang usia saya sejak pertama kali menginjakkan kaki di Kota Gudeg ini. 28 tahun bukanlah waktu yang pendek untuk membuktikan eksistensi sebuah usaha kreatif. Demikian juga dengan usaha kerajinan perak yang bermarkas di Jl. Menteri Supeno Jogja ini.

Borobudur Silver Jl. Mayor Kusen Km. 2,4 Mungkid Magelang. (Foto dokpri)

Di tangan dingin Selly Sagita, BS tak ingin hanya bermain di Jogja saja. Lebih jauh lagi, ingin ‘mendekatkan diri’ dengan ikon  BS yang sebenarnya, yaitu Candi Borobudur. Maka dipilihnya Pabelan Mungkid, Kab. Magelang sebagai lokasi cabangnya karena letaknya yang strategis. Hanya berjarak beberapa kilometer saja dari Komplek Candi Borobudur dan Candi Mendut. Jalur utama yang dilewati oleh para wisatawan dari arah Jogja.

Lahan parkir yang sangat lega. (Foto dokpri)

Untuk ukuran luas area, BS Magelang ini malah jauh lebih besar dibandingkan yang di Jogja. Hal ini dapat dipahami, sebab fasilitas pendukung juga di bangun untuk lebih memanjakan para wisatawan yang berkunjung. Dua buah resto di bangun juga di samping kiri dan kanan galeri dan workshop BS. Demikian juga areal parkir yang sangat leluasa untuk meanmpung ratusan kendaraaan.


Mengenal Ragam Perak di Galeri BS

Minggu kemarin (16/5) saya dan beberapa narablog Magelang dan Jogja berkesempatan secara dekat mengenal BS Magelang. Bila dari jalan raya nampak tak terlalu besar. Tidak demikian saat kita telah memasukinya. Berbagai aneka produk kerajinan perak terpampang dengan semarak. Puluhan pramuniaga siap menyambut kita. Menanyakan detil setiap produk yang ingin kita ketahui.

Salah satu etalase dengan produk berbagai produk mini prototipe. (Foto dokpri)

Penataan berdasarkan tema produk untuk lebih mempermudah calon konsumen memilih produk apa saja yang diinginkan. Saya yakin bila Anda berdompet tebal atau kartu kredit dengan limit ‘gajah’ akan kelimpungan di sini. Pramuniaga yang ramah akan menawarkan produk-produk yang sesuai tipe Anda. Eits, masak bisa sih?

Bisa. Demikian kata Muhtarom, atau biasa dipanggil Mas Tarom, Manager Marketing BS Magelang. Karena pengalaman pekerjaannya, para pramuniaga cukup jeli untuk menawarkan jenis produk kepada wisatawan. Wisatawan lokal lebih suka apa, wisatawan lebih asing lebih suka yang mana. Apalagi di galeri telah disiapkan produk perak asli maupun perak tiruan. Tentu saja selisih harganya juga lumayan jauh.

Miniatur Candi Prambanan dari perak yg cukup laku. (Foto Dokpri)

Perak asli tak akan luntur meski terkena deterjen secara berulang. Sebaliknya, perak tiruan akan ‘menghitam’ seiring dengan berjalannya waktu. Maklumlah, perhiasan tiruan ini bahan asalnya adalah bukan perak. Kuningan yang diproses sepuh dengan perak. Namun jangan khawatir, produk perak tiruan dari BS kualitasnya cukup cincailah dibandingkan rumah produksi perak lainnya.

Berbagai ukuran kerajinan perak dapat diperoleh di sini. Seukuran bros hingga miniatur Candi Borobudur dapat kita temukan. Dari harga seratusan ribu hingga puluhan juta pun ada. Tak ketinggalan desain yang selalu mengikuti perkembangan kekinian. Sehingga hal ini menjadi daya tarik yang terus dijaga oleh BS.

Ibu Selly Sagita menerima penghargaan dari Presiden SBY. (Foto dokpri)

Berbagai lomba desain tingkat nasional telah dimenangkan oleh tim BS. Demikian juga penghargaan dari Era Presiden Soeharto hingga Presiden Soesilo Bambang Yoedhoyono (SBY). Terakhir di tahun 2008 adalah Penghargaan IGDS (Indonesia Good Design Selection) yang diserahkan oleh Presiden SBY. Ibu Selly berkolaborasi dengan seniman perak handal berhasil menciptakan desain klasik hingga moderen. Desain khas Jogja yang saat ini kita kenal dengan Filigri (Filigree) Indonesia.

Produk Buddha to Buddha di BS Magelang. (Foto dokpri)

Capaian lain adalah dipercayanya BS sebagai single outlet di Indonesia untuk produk Buddha to Buddha. Sebagaimana diketahui rumah produksi perak asal Negeri Kincir Angin ini, produknya telah mendapat sertifikat internasional. Tak heran, wisatawan manca negara dari kalangan menengah ke atas menjadi pelanggan tetap di BS Magelang maupun Jogja.


Belajar Merangkai Perak di Workshop BS

Proses merangkai dan mengisi frame. (Foto dokpri)

Karena waktu yang amat pendek. Saya hanya dapat mengamati proses awal pembentukan perak. Kemudian di bagian lain mengerjakan sesuai desain yang sudah disiapkan. Hingga kepada proses pencucian agar perak nampak berkilau.

Pada umumnya, kerajinan tangan di BS jenis perak yang dikerjakan adalah Sterling Silver. Kandungan perak yang dimiliki untuk jenis ini adalah 92,5%. Sisanya adalah campuran bahan logam tembaga atau nikel. Campuran ini berfungsi agar perak menjadi lebih keras, sehingga tidak mudah rusak. Selain itu adalah lebih menemukan warna kemilau. Yaitu warna perak yang terang dan berkilau. Namun perlu diingat. Disarankan agar menggunakannya tak terlalu sering. Persentuhan dengan kulit akan mempercepat proses memudarnya warna dan kemilau perhiasan perak.

Membuat benang perak sesuai ukuran yg telah ditentukan. (Foto dokpri(

Lalu bagaimana dengan perak murni atau Fine Silver?
Perak murni dengan kandungan 99,9% warna kusam. Selain itu, mudah berubah bentuk jika bersinggungan dengan benda lainnya. Oleh karenanya sangat cocok digunakan hanya untuk kalung atau anting. Untuk pesanan khusus, BS juga bisa menerima pengerjaan perak murni.

Nah, bagi rombongan pelajar, pengunjung, atau wisatawan, dipersilakan untuk belajar membuat perhiasan/kerajinan perak. Syaratnya tentu Anda harus memesan tempat dulu. Sebab workshop ini selain sebagai tempat latihan sekaligus menjadi bengkel kerja. Maka setiap hari dan jam kerja, kita dapat menjumpai para pekerja yang dengan telaten dan cekatan bekerja sesuai matranya.

Alamat lengkap Borobudur Silver Magelang:

Jl. Mayor Kusen Km. 2,4 Pabelan Mungkid Magelang – Jawa tengah
Telp./Fax.: +62 293 789 325
Email: sales@borobudur-silver.com

1 komentar so far

Aku dulu pernah beli perak tapi menghitam, berarti palsu yaa.

Karena semua orang bebas berpendapat, maka mohon komentar yang positif dan membangun. Jangan nyepam, plis. Kasihan yang mau komentar beneran. Matur nuwun atas pengertiannya ya.
EmoticonEmoticon