Kamis, 22 Juni 2017

Inspirasi Industri Kreatif Surabaya Bersama Astra Untuk Indonesia

Astra menjadi inspirasi untuk pembangunan pendidikan di Indonesia. [foto dok. Astra Int.]

Menapaki usia yang ke-724, Surabaya kini menjelma menjadi salah satu kota metropolitan utama di Indonesia. Berbagai sarana-prasaran fisik moderen bertebaran di seantero kota. Tak luput juga kota-kota di sekitarnya yang menjadi ‘kota penyangga’ merasakan dampaknya. Dampak positif dan negatif tentu saja tak dapat dihindari.


Pertumbuhan dan perkembangan kota yang cukup pesat memberikan dampak positif. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi warga kotanya menjadi salah satu indikatornya. Tercatat pada akhir tahun 2013, pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya sebesar 7,34%. Jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun yang sama sebesar 5.02%. Angka di atas 7% selalu berhasil dicatatkan sejak tahun 2010.


Tri Rismaharini di hadapan para Kompasianer Surabaya. [foto dok. pribadi]

Tentu hal tersebut cukup menggembirakan. Komitmen Walikota Surabaya, Tri Rismaharini untuk kemajuan kotanya patut diapresiasi. Meski di sisi yang lain, tuntutan untuk menekan dampak negatif juga tak bisa dihindarkan. Utamanya yang berhubungan dengan kesiapan potensi tenaga muda atau usia produktif. Hal ini sebagaimana pernah diungkapkan dihadapan kami, Kompasianer Surabaya (3/11/2015), pada saat jelang pencalonan sebagai calon Walikota Surabaya.

Menurut beliau, bila pemerintah kota diberikan kebebasan untuk kreatif mengelola tata kota, pasti kota tersebut akan maju. Hal itu berhasil beliau buktikan di periode ke-2 masa jabatan sebagai walikota. Salah satunya adalah dengan dinobatkannya Kota Surabaya sebagai Kota Kreatif Indonesia pada Festival Popcon Asia 2015 di Jakarta yang lalu.

Menurut Tri Risma, diharapkan investor tak hanya mendukung, tapi diharapkan ikut terlibat langsung. Bagaimana para anak muda dapat mengembangkan industri kreatif menjadi besar. Tak pelak, berbagai industri besarpun kini berlomba-lomba menjadi bapak angkat sekaligus fasilitator industri kreatif di Surabaya.

Dalam bidang teknologi informasi, Tri Risma mendorong para start-up untuk berlomba-lomba menciptakan karya barunya. Bahkan pemerintah kota menyiapkan tempat khusus di sebuah sentra bisnis utama Kota Surabaya. Para pelaku UKM berbasis online dimana secara periodik bertemu. Bimbingan serta pendampingan langsung ahli di bidang masing-masing. Beliau berharap bahwa tiap tahun akan tumbuh 100 start-up baru di Kota Surabaya.


Quatrohelix sebagai Tulang Punggung Membangun Kota Kreatif

Capaian pada tahun 2015 ternyata belum membuat puas. Kota Surabaya ingin lebih maju lagi. Menyajarkan diri dengan kota-kota lain di Indonesia yang telah menjadi salah satu anggota Jejaring Kota Kreatif UNESCO. Meski untuk mencapainya diperlukan kerja keras. Karena persyaratan yang cukup ketat untuk penilaiannya.

Untuk menjadi UNESCO Creative Cities Network (UCCN), Kota Surabaya harus mengajukan minimal salah satu dari tujuh kategori. Kategori tersebut meliputi: kerajinan dan kesenian rakyat, desain, film, kuliner/gastronomi, literatur, musik, dan seni media. Untuk mewujudkan hal itu semua, Pemerintah Kota Surabaya tentu harus melibatkan semua pihak. Pemkot bersama dengan para pebisnis, komunitas, serta akademisi harus bisa bersinergi. Sinergi yang kemudian lebih dikenal dengan ‘quatrohelix’.

Pekalongan dan Kota Bandung yang telah masuk di jajaran anggota UCCN, dapat  dijadikan cermin. Pekalongan sebagai kota dalam kategori kerajinan dan kesenian rakyat. Sementara Kota Bandung masuk dalam kategori desain. Keberadaan ITB tentu tak dapat dipandang sebelah mata. Hal ini rupanya mendorong Pemkot Surabaya untuk menggandeng ITS. Tanpa meninggalkan kampus-kampus lain untuk saling memberikan dukungan.


Astra Hadir Lewat Astra Untuk Indonesia Kreatif

Para pebisnis utamanya industri-industri besar dapat ‘mengambil keuntungan’ dari sinergi quatrohelix. Ups, bagaimana bisa dikatakan untung? Uang mereka harus dikeluarkan untuk mebiayai usaha kreatif yang belum tentu berhasil. Rasio ketidakberhasilan, tentu akan lebih besar dibandingkan keberhasilannya. Secara ekonomis, hitungannya pasti merugi.

Celah itulah yang justeru menjadi daya dorong para pebisnis untuk benar-benar mengawal. Bekerja secara profesional dan penuh tanggung-jawab. Sehingga pelaku usaha kreatif juga terdorong untuk berhasil dalam usahanya. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Grup Astra dalam memberikan tanggung-jawab sosialnya lewat 4 pilarnya. Salah satu pilarnya adalah Astra Untuk Indonesia Kreatif.



Inspirasi 60 Tahun Astra dalam membina UMKM atau usaha kreatif sejumlah 10.847 UKM dan 97.641 masyarakat penerima program. Termasuk di dalamnya adalah para penyandang disabilitas sebanyak 200-an orang. Usaha-usaha kreatif yang didukungpun berasal dari berbagai bidang usaha. Mulai dari usaha kuliner hingga start-up bidang teknologi informasi.


Pelatihan pembuatan roti secara profesional oleh YDBA. [foto dok YDBA]

Salah usaha ekonomi produktif bidang kuliner. Pelatihan-pelatihan praktis hingga bagaimana memasarkan produknya agar dikenal oleh khalayak. Lewat YDBA (Yayasan Dharma Bhakti Astra) mendorong industri kreatif tersebut untuk tampil di berbagai pameran. Termasuk salah satunya adalah mengikuti pameran INACRAFT (International Handycraft).

Demikian juga untuk meningkatkan kemampuan keterampilannya, beberapa UMKM diberangkatkan ke Jepang. Mereka dilatih sesuai bidang yang sedang digelutinya. Untuk tahun 2017, telah memasuki angkatan ke-5. Hal ini tak lepas dari komitmen Grup Astra untuk memberikan pembinaan dan pelatihan secara paripurna kepada mitra UMKM.

Sementara untuk Kota Surabaya sendiri, hadirnya Kampung Berseri Astra Keputih Surabaya yang dirintis sejak tahun 2013. Program unggulan WTP (Water Treatment Plan) membuat warga Keputih tak lagi begitu bergantung kepada PDAM. Program pendukung lainnya di kampung ini juga tak kalah bagusnya. Bank sampah, rumah kompos yang bekerjasama dengan ITS, dan rumah pintar sangat dirasakan manfaatnya. Tentu tidak kecil biaya yang harus dikeluarkan oleh Grup Astra. Namun hal itu akan sebanding dengan capaian yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Program semacam itu akan terus dikembangkan oleh Grup Astra di seluruh provinsi yang ada. 




This Is The Newest Post

Karena semua orang bebas berpendapat, maka mohon komentar yang positif dan membangun. Jangan nyepam, plis. Kasihan yang mau komentar beneran. Matur nuwun atas pengertiannya ya.
EmoticonEmoticon